Nama Nama Nabi dan Arti Per Huruf

Selain itu, para sufi menemukan, dengan menggunakan metode isytiqaq kabir [pengambilan suatu makna tertentu dari setiap huruf dalam sebuah kata].
Bahwa nama Muhammad terdiri atas

m dari majd = kemenangan

h dari rahmat = rahmat

m dari mulk = kerajaan dan

d dari dawam = keabadian

Nabi sendiri diyakini pernah berkata, “Tidakkah kalian bertanya tanya bagaimana Allah menghindarkan aku dari perlakuan kejam dan kutukan kaum Quraisy? Mereka menghinaku sebagai ’yang patut disalahkan’ (mudzammam) dan mengutukku sebagai orang yang patut disalahkan, sedangkan aku adalah orang yang patut dipuji (muhammad)”

Dalam sebuah hadis awal lainnya Nabi menyebutkan sebagai nama namanya, di samping Muhammad :
Ahmad (berasal dari akar yang sama, hamd),
Al Mahi  “0rang yang melaluinya Tuhan menghapuskan (mahw) kekafiran”
Al Hasyir, “0rang yang di kakinya umat manusia akan berkumpul pada Hari Kiamat” dan akhirnya

Al ‘Aqib, “yang terakhir,” sebab tidak akan ada nabi lagi sesudahnya.

Semua itu  juga dianggap sebagai nama nama Nabi.

Surah 20 awalnya berbunyi: “Thaha— tidakkah Kami turunkan Al-Quran kepadamu?”.
Huruf-huruf Yasin pada awal surah 36 (yang dinamakan “Inti Al-Quran”) ditafsirkan sebagai Ya insan, “wahai manusia!” — yang lagi-lagi merupakan sapaan bagi Nabi.

Oleh sebab itu Thaha dan Yasin menjadi nama-nama yang diterima di kalangan kaum Muslim, dan banyak penulis telah merenungkan makna maknanya yang tersembunyi, dengan membaca Thaha, misalnya, sebagai kependekan dari  thahir, “mumi,” dan hadi, “penuntun.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s